Buku Lima Puluh Delapan

TravelersJudul: Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona!
Pengarang: Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, Ninit Yunita
Penerbit: Gagasmedia, Jakarta
Cetakan: IV, 2007
Ukuran: 13 x 19 cm, x + 230 halaman
Keterangan: Kado dari Evolia

 

 

 

 

Kisah Cinta Berbungkus Traveling

DUNIA traveling adalah dunia yang mengasyikkan. Selalu ada yang baru dan sesuatu yang berbeda dari setiap tempat yang disinggahi. Banyak pengalaman dan kisah yang dapat dipetik dari setiap perjalanan yang ditempuh.

Dari traveling, atau penjelajahan dan ekspedisi dalam bentuk lainnya, telah banyak lahir karya tulis berupa manuskrip, deskripsi suatu wilayah, catatan perjalanan, travel guide, atau sebatas laporan dan catatan biasa. Bahkan kebiasaan berkelana kerap menjadi latar cerita fiksi dengan memasukkan dan menceritakan karakteristik wilayah yang dilalui tokoh cerita. Termasuk pola hidup dan dunia para traveler selama melakoni perjalanan mereka.

Salah satu contoh yang mungkin masih diingat adalah novel karya Gola Gong “Balada Si Roy” di era 90-an yang sebenarnya dilatari oleh perjalanan-perjalanan yang kerap dilakukan si empu cerita. Atau yang paling fresh adalah novel “Edensor”, buku ketiga dari trilogi Laskar Pelangi milik Andrea Hirata. Dan masih banyak karya lainnya.

Traveling — it leaves you speechless, then turns you into a storyteller,”  kata Ibn Battuta.

Begitu pula adanya dengan novel “Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona” ini. Karya keroyokan 4 pengarang muda tersebut memang lahir dari kebiasaan traveling Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat dan Ninit Yunita yang bahkan pernah bermukim di luar negeri pula. Maka jangan heran mereka bisa menggambarkan detail sebuah kota yang notabene pernah mereka singgahi itu.

Di luar itu, sebenarnya yang menarik adalah tema cerita yang dipilih. Cinta (sebuah tema atau objek yang tak pernah mati untuk diangkatkan ke media apapun) antara 4 tokoh –yang tentu saja mewakili masing-masing 4 pengarangnya– yang bersahabat sejak kecil. Francis Lim, Retno Wulandari, Farah Babedan dan Jusuf Hasannudin ternyata saling suka satu sama lainnya. Francis menyintai namun ditolak Retno, Farah naksir tapi tak pernah digubris Francis, Yusuf alias Ucup menyukai sayangnya “dicuekin” Farah. Semua itu tumbuh dan terpendam saat SMA hingga akhirnya mereka terpisah lantaran hidup dan mencari rezeki di negara orang.

RoutemapFrancis menjadi pianis di Amrik, Farah bertugas di pembangunan sebuah resort tepi pantai dekat Hoi An,  Vietnam, Ucup bekerja sebagai asisten regional marketing manager pada perusahaan jasa kirim surat di Cape Town, Afrika Selatan. Sementara Retno staf KBRI di Kopenhagen, Denmark. Adalah undangan dari Francis yang akan menikah dengan wanita Spanyol di Barcelona yang membuat para sahabatnya harus melakukan perjalanan ke sana. Dari penjuru yang berbeda dengan budget terbatas pula kawan-kawannya itu berniat ke Barcelona untuk sebuah tujuan yang sebenarnya bukan semata menghadiri pesta perkawinan Francis dan Inez Alegria de la Pena. Apalagi kalau bukan menyangkut cinta terpendam antarmereka yang harus segera diungkap sebelum semuanya terlambat.

Di samping cerita isi hati masing-masing tokoh, perjalanan yang mereka tempuh untuk sampai ke Barcelona menjadi bagian yang menarik untuk disimak. Semua itu disampaikan dengan gaya masing-masing pengarang yang tentu saja memegang satu tokoh rekaan mereka. Dari gaya menulis, silahkan tebak sendiri siapa menokohi siapa. Bagi yang jeli akan jelas siapa yang kebagian membikin jalan cerita tokoh Ucup, misalnya. Profil penulis yang ada di bagian akhir buku, sangat membantu untuk mengungkap itu.

Karya keroyokan seperti ini memang mengasyikkan sekali. Di samping pembaca disuguhkan style berbeda dari masing-masing penulis, pembaca juga mendapat contoh yang baik bahwa beginilah harusnya karya keroyokan dibikin. Dan yang paling berharga adalah informasi dan tips yang turut mereka sertakan, walau ada sebagian disampaikan secara bercanda yang tentunya tak bisa dijadikan pedoman saat ber-traveling kecuali hanya untuk maksud menghibur pembaca agar jangan kelewat tegang saat membaca buku setebal 240 halaman keluaran Gagasmedia ini. (max)

13 Tanggapan ke “Buku Lima Puluh Delapan”

  1. ini reviewnya enak banget….

  2. enak? kayak makanan deh :D
    Dibikin tengah malam, di saat kantuk belum juga menyerang

  3. hmmm…
    enak bacanyah..
    jadi tertarik ikutan baca.. :)

  4. adiez = penggemar yg enak2 juga rupanya :) )

  5. Tapi asli, ripyu yang ini enak banget, walaupun tau…buku ini buakn uda banget…hihihi

  6. unai = ah.., nai bisa aja ;)

  7. Tapi rasanya kekurangan dari buku tersebut ada kan da Max? Dan kayaknya buku tersebut cocoknya buat jalan-jalan kemana yach?

  8. ladokutu = bukankah tidak ada yang sempurna di dunia ini… Yg namanya kekurangan pasti ada.

  9. makasih ya udah direview disini :)

  10. alaya = ada rencana bikin sekuelnya gak Mbak?

  11. Numpang baca da max,..cari info buku yg bagus untuk di miliki dan dipinjam dari da max,..hahahahah

    max-> kalo soal info, di sini semua bukunya bagus2 kok :P

  12. Ciao Italia: Catatan Petualangan Empat Musim
    Penulis: Gama Harjono
    Penerbit: Gagasmedia, 2008

    Sinopsis
    Apakah berkeliling Eropa salah satu impianmu? Atau bersekolah di luar negeri dan bergaul dengan teman-teman baru yang selalu haus petualangan? Buku ini mengajakmu untuk melewati ruang-ruang kelas universitas di Italia, galeri seni ternama, sampai pesta-pesta mahasiswa Eropa yang seru.

    “Ciao Italia” akan membawamu menikmati tempat-tempat di pelosok Mediterania, mulai dari kota metropolis berusia lebih dari dua milenium hingga desa terpencil yang menyimpan banyak harta karun seni dan kejutan tak terduga (buktikan dengan foto-fotonya yang fantastis). Plus tip backpacking ekonomis: mendapat akomodasi gratis di Eropa, mencari tiket, hostel dan makanan murah selama perjalanan.

    Setiap kisah dan suka-duka saat berusaha mengenal Italia, ditoreh dengan sebuah kejujuran dari seseorang yang akhirnya terlalu mencintai negeri Pasta ini.

    max -> promosi nih? kirim dunk bukunya buat saya :D

  13. [...] penceritaan yang pernah diusung Donny Dhirgantoro dalam novel “5 cm” (Grasindo: 2006) dan “Travelers’ Tale, Belok Kanan: Barcelona!” karya keroyokan Adhitya Mulya, Alaya Setya, Iman Hidajat, dan Ninit Yunita (Gagasmedia: 2007). [...]

Tinggalkan Balasan