<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Buku Enam Puluh Dua</title>
	<atom:link href="http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Nov 2009 05:23:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: taufik</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-869</link>
		<dc:creator>taufik</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 04:33:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-869</guid>
		<description>kunjungan lg nih, link dan tlong comment-nya di blog saya taufik79.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kunjungan lg nih, link dan tlong comment-nya di blog saya taufik79.wordpress.com</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Kurt</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-851</link>
		<dc:creator>Kurt</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Feb 2008 13:54:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-851</guid>
		<description>Tidak diragukan lagi kehebatan dan keseriusan dalam mendorong orang lain agar menulis. Karenanya saya pernah mengatakan kalau beliau itu pencipta &quot;virus menulis&quot;. Buktinya, saya rasakan sendiri dari ornag desa yang kurang PD tiba2 berani berkata apa saja di tulisan dengan begitu saja meluncur ide2 yang mengganjal di kepala... 

semoga amal2 Pak Ersis dapat terus menjangkiti virus menulis pada generasi Indonesia... :)



&lt;blockquote&gt;max -&gt; &lt;em&gt;Jadi Bapak juga terjangkit virus EWA? Bersyukurlah kalo begitu&lt;/em&gt; ;) &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak diragukan lagi kehebatan dan keseriusan dalam mendorong orang lain agar menulis. Karenanya saya pernah mengatakan kalau beliau itu pencipta &#8220;virus menulis&#8221;. Buktinya, saya rasakan sendiri dari ornag desa yang kurang PD tiba2 berani berkata apa saja di tulisan dengan begitu saja meluncur ide2 yang mengganjal di kepala&#8230; </p>
<p>semoga amal2 Pak Ersis dapat terus menjangkiti virus menulis pada generasi Indonesia&#8230; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p>max -&gt; <em>Jadi Bapak juga terjangkit virus EWA? Bersyukurlah kalo begitu</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Willy Ediyanto</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-849</link>
		<dc:creator>Willy Ediyanto</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2008 23:05:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-849</guid>
		<description>Ya, seperti kata beliau juga, kalau inginmenulis ya banyak-banyaklah baca. 
1. pahami apa saja yang tertulis pada bungkus rokok yang selalu sampeyan bawa. Saya sih tidak menyarankan merokok. Ini khusus buat yang merokok. Kemudian resapi bahwa merokok itu memnyebabkan kanker dan gangguankehamilan. Bukan cuma buat perokok, tapi tetangga dan keturunannya juga bisa terkena dampaknya. Jadi seperti flu burung, ayamnya harus dimusnahkan. Lalu, perokoknya, atau rokoknya, atau kebiasaan merokoknya yang harus dimusnahkan seperti ungggas-unggas itu?
2. Baca kotak pembungkus sepatu yang baru sampeyan beli.
3. Baca bungkus mi instan yang sedang anda masak.
4. Baca semua tulisan yang ada di hadapan. Resapi.
Muncul ide menulis enggak?
Keterlaluan deh kalau ide menulis tidak juga muncul.
Jangan takut karena seringmenganggap ide itu sudah basi.
Tulisan tentang menulis cukup banyak. Buka EWA ini baru terbit. Tidak berarti tidak ada yang mau membaca. Penerbit pun tetap mau menerbitkan bukunya, itu pasti karena bukunya layak jual dan peminatnya banyak.
Nah seakarang, novel ana-anak remaja dalan kelompok teenlit atau chicklit banyak eredar. Anak-anak remaja saja banyak yang mampu menulis. Mengapa kita tidak.
Satu kuncinya adalah, guru - guru apapun - khususnya guru bahasa, harusmengenalkan masalah penerbitan karya. Lha waktu kuliah di FKIP atau IKIP ya nggak pernah diberi tahu.



&lt;blockquote&gt;max -&gt; &lt;em&gt;baca blog juga bisa memunculkan ide kan Pak Willy? He3x&lt;/em&gt; &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ya, seperti kata beliau juga, kalau inginmenulis ya banyak-banyaklah baca.<br />
1. pahami apa saja yang tertulis pada bungkus rokok yang selalu sampeyan bawa. Saya sih tidak menyarankan merokok. Ini khusus buat yang merokok. Kemudian resapi bahwa merokok itu memnyebabkan kanker dan gangguankehamilan. Bukan cuma buat perokok, tapi tetangga dan keturunannya juga bisa terkena dampaknya. Jadi seperti flu burung, ayamnya harus dimusnahkan. Lalu, perokoknya, atau rokoknya, atau kebiasaan merokoknya yang harus dimusnahkan seperti ungggas-unggas itu?<br />
2. Baca kotak pembungkus sepatu yang baru sampeyan beli.<br />
3. Baca bungkus mi instan yang sedang anda masak.<br />
4. Baca semua tulisan yang ada di hadapan. Resapi.<br />
Muncul ide menulis enggak?<br />
Keterlaluan deh kalau ide menulis tidak juga muncul.<br />
Jangan takut karena seringmenganggap ide itu sudah basi.<br />
Tulisan tentang menulis cukup banyak. Buka EWA ini baru terbit. Tidak berarti tidak ada yang mau membaca. Penerbit pun tetap mau menerbitkan bukunya, itu pasti karena bukunya layak jual dan peminatnya banyak.<br />
Nah seakarang, novel ana-anak remaja dalan kelompok teenlit atau chicklit banyak eredar. Anak-anak remaja saja banyak yang mampu menulis. Mengapa kita tidak.<br />
Satu kuncinya adalah, guru &#8211; guru apapun &#8211; khususnya guru bahasa, harusmengenalkan masalah penerbitan karya. Lha waktu kuliah di FKIP atau IKIP ya nggak pernah diberi tahu.</p>
<blockquote><p>max -&gt; <em>baca blog juga bisa memunculkan ide kan Pak Willy? He3x</em> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: moneng</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-847</link>
		<dc:creator>moneng</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 02:58:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-847</guid>
		<description>lihat, baca, dan tulis....mari!



&lt;blockquote&gt;&lt;em&gt;mari.... Mas&lt;/em&gt; :P &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lihat, baca, dan tulis&#8230;.mari!</p>
<blockquote><p><em>mari&#8230;. Mas</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: moneng</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-846</link>
		<dc:creator>moneng</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Feb 2008 02:57:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-846</guid>
		<description>mari membaca kemudian tulis....mari....



&lt;blockquote&gt;max -&gt;&lt;em&gt; A nan sadang Mas tulis&lt;/em&gt;? &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mari membaca kemudian tulis&#8230;.mari&#8230;.</p>
<blockquote><p>max -&gt;<em> A nan sadang Mas tulis</em>? </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: taufik</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-844</link>
		<dc:creator>taufik</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 Feb 2008 00:55:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-844</guid>
		<description>Sebuah pilihan yang sulit barangkali, untuk tetap menjaga keresahan, bersepi-sepi berhadapan dengan bertumpuk buku yang berserakan. Berada di depan komputer berjam-jam, menyusun huruf demi huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, dan seterusnya. Sementara sebagian lain dari generasi kita menikmati hidup nyantai, nonton televisi, jalan-jalan ke mall, cafe, game, kongko-kongko, ber-haha hehe berbicara tentang sesuatu yang entah...
Sebelum melakukan aktivitas apapun, terlebih menulis, yang terpenting adalah motivasi atau keberangkatan awal (dan ini yang coba dibangun oleh Bung Ersis dalam tulisan-tulisannya). Tanpa itu, maka sulit untuk sampai pada apa yang dituju. Dalam konteks menulis, temukan alasan yang paling emosional mengapa Anda menulis? Ibadah, menegakkan periuk, memperoleh nilai, tanggung jawab moral, atau apa? Selesaikan dulu masalah ini, baru Anda bisa beranjak ke aktivitas teknis.
Untuk yang bersifat teknis ini, kita sangat diuntungkan dengan perkembangan teknologi. Komputer membuat kerja kita jadi sangat efisien. Tak hanya itu, di era teknologi informasi sekarang ini, tersedia pula fasilitas internet. Dalam hitungan detik, kita bisa mendapatkan berbagai informasi penting yang dibutuhkan.
Menyadari itu semua, saya malu membaca karya-karya Tan Malaka, misalnya, yang banyak lahir dari gubuk reot, pensil dan kertas buram seadanya. Harus terus berpindah, sampai ikut merasakan dinginnya lantai penjara.
Terkini, ada Kuntowijoyo (alm), saat terserang penyakit meningo encephalitis yang berakibat terganggunya saraf motorik dan memori otak, semangat menulisnya tak pernah padam.
Atau Harun Yahya, penakluk teori evolusi. Yang harus berhadapan dengan penjara, siksa, fitnah, cibiran bahkan ancaman pembunuhan. Namun tetap menulis dan menghasilkan karya. Menulis adalah mendedahkan kesaksian spiritual, menjadi saksi sekaligus bukti atas kebesaran dan keagungan Allah.
Sementara, kita dalam kondisi aman tentram, sumber daya fisik sempurna, tak ada ancaman fisik dan psikologis, namun tetap saja rabun membaca, lumpuh menulis. Tanya kenapa???
Tak ada yang salah memang, tapi rasa-rasanya jadi tidak imbang. Jika segenap waktu harus dipenuhi dengan aktivitas-aktivitas &quot;kemesraan emosional&quot;. Acuh tak acuh terhadap &quot;tantangan-tantangan&quot; intelektual.
Buku karya Bung Ersis ini, ingin sekalii membantu Anda, kita semua, menjawab sapa: &quot;Selamat Datang Penulis Muda&quot;. Tulisan yang mampu memberdayakan Anda. Setiap kalimat yang tersusun membiak menjadi sebuah dialog yang akrab, hangat, dan membahagiakan. Ia merupakan gabungan antara teks yang dibaca, dan pengalaman penulisnya.  Buah dari mengakrabi kehidupan.
Maka dari itu, mari teriakkan: Hai anak muda! Tunggu apa lagi, kesempatan telah digelar di depan mata, pasar telah berpihak padamu. Dirimu adalah sumber inspirasi. Layaknya samudera, tak akan mengering hanya karena airnya sering engkau ambil.

Wassalam



&lt;blockquote&gt;Max -&gt; &lt;em&gt;Wah bagus.., bagus. Perspektif yang berbeda dari resensi buku Pak EWA.&lt;/em&gt; :) &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah pilihan yang sulit barangkali, untuk tetap menjaga keresahan, bersepi-sepi berhadapan dengan bertumpuk buku yang berserakan. Berada di depan komputer berjam-jam, menyusun huruf demi huruf menjadi kata, kata menjadi kalimat, dan seterusnya. Sementara sebagian lain dari generasi kita menikmati hidup nyantai, nonton televisi, jalan-jalan ke mall, cafe, game, kongko-kongko, ber-haha hehe berbicara tentang sesuatu yang entah&#8230;<br />
Sebelum melakukan aktivitas apapun, terlebih menulis, yang terpenting adalah motivasi atau keberangkatan awal (dan ini yang coba dibangun oleh Bung Ersis dalam tulisan-tulisannya). Tanpa itu, maka sulit untuk sampai pada apa yang dituju. Dalam konteks menulis, temukan alasan yang paling emosional mengapa Anda menulis? Ibadah, menegakkan periuk, memperoleh nilai, tanggung jawab moral, atau apa? Selesaikan dulu masalah ini, baru Anda bisa beranjak ke aktivitas teknis.<br />
Untuk yang bersifat teknis ini, kita sangat diuntungkan dengan perkembangan teknologi. Komputer membuat kerja kita jadi sangat efisien. Tak hanya itu, di era teknologi informasi sekarang ini, tersedia pula fasilitas internet. Dalam hitungan detik, kita bisa mendapatkan berbagai informasi penting yang dibutuhkan.<br />
Menyadari itu semua, saya malu membaca karya-karya Tan Malaka, misalnya, yang banyak lahir dari gubuk reot, pensil dan kertas buram seadanya. Harus terus berpindah, sampai ikut merasakan dinginnya lantai penjara.<br />
Terkini, ada Kuntowijoyo (alm), saat terserang penyakit meningo encephalitis yang berakibat terganggunya saraf motorik dan memori otak, semangat menulisnya tak pernah padam.<br />
Atau Harun Yahya, penakluk teori evolusi. Yang harus berhadapan dengan penjara, siksa, fitnah, cibiran bahkan ancaman pembunuhan. Namun tetap menulis dan menghasilkan karya. Menulis adalah mendedahkan kesaksian spiritual, menjadi saksi sekaligus bukti atas kebesaran dan keagungan Allah.<br />
Sementara, kita dalam kondisi aman tentram, sumber daya fisik sempurna, tak ada ancaman fisik dan psikologis, namun tetap saja rabun membaca, lumpuh menulis. Tanya kenapa???<br />
Tak ada yang salah memang, tapi rasa-rasanya jadi tidak imbang. Jika segenap waktu harus dipenuhi dengan aktivitas-aktivitas &#8220;kemesraan emosional&#8221;. Acuh tak acuh terhadap &#8220;tantangan-tantangan&#8221; intelektual.<br />
Buku karya Bung Ersis ini, ingin sekalii membantu Anda, kita semua, menjawab sapa: &#8220;Selamat Datang Penulis Muda&#8221;. Tulisan yang mampu memberdayakan Anda. Setiap kalimat yang tersusun membiak menjadi sebuah dialog yang akrab, hangat, dan membahagiakan. Ia merupakan gabungan antara teks yang dibaca, dan pengalaman penulisnya.  Buah dari mengakrabi kehidupan.<br />
Maka dari itu, mari teriakkan: Hai anak muda! Tunggu apa lagi, kesempatan telah digelar di depan mata, pasar telah berpihak padamu. Dirimu adalah sumber inspirasi. Layaknya samudera, tak akan mengering hanya karena airnya sering engkau ambil.</p>
<p>Wassalam</p>
<blockquote><p>Max -&gt; <em>Wah bagus.., bagus. Perspektif yang berbeda dari resensi buku Pak EWA.</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Suci</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-843</link>
		<dc:creator>Suci</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 10:17:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-843</guid>
		<description>Keliatannya gila baca nih, mas...he

Buku EWA speperti biasa...&quot;sensasional&quot;

Nyeleneh


Pokoknya aneh-aneh aja


Tapi, teteeep.....cambuk motivasi yang cukup efektif untuk terus menulis....



&lt;blockquote&gt;max -&gt; &lt;em&gt;Dan Mbak sudah termotivasi kan? &lt;/em&gt;&lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keliatannya gila baca nih, mas&#8230;he</p>
<p>Buku EWA speperti biasa&#8230;&#8221;sensasional&#8221;</p>
<p>Nyeleneh</p>
<p>Pokoknya aneh-aneh aja</p>
<p>Tapi, teteeep&#8230;..cambuk motivasi yang cukup efektif untuk terus menulis&#8230;.</p>
<blockquote><p>max -&gt; <em>Dan Mbak sudah termotivasi kan? </em></p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: didijunaedihz</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-842</link>
		<dc:creator>didijunaedihz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 04:29:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-842</guid>
		<description>Saya hanya ingin mengatakan bahwa menulis membuat kita tak lekang ditelan waktu dan tak punah dimakan zaman..menulis, mari menulis...



&lt;blockquote&gt;max -&gt; &lt;em&gt;&quot;tak lekang ditelan waktu dan tak punah dimakan zaman..., patah satu, tumbuh seribu..&quot; Jadi ingat slogan yang terpampang di gerbang Markas TNI. Ternyata bisa juga jadi slogan untuk menulis ya Pak&lt;/em&gt; :D &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya hanya ingin mengatakan bahwa menulis membuat kita tak lekang ditelan waktu dan tak punah dimakan zaman..menulis, mari menulis&#8230;</p>
<blockquote><p>max -&gt; <em>&#8220;tak lekang ditelan waktu dan tak punah dimakan zaman&#8230;, patah satu, tumbuh seribu..&#8221; Jadi ingat slogan yang terpampang di gerbang Markas TNI. Ternyata bisa juga jadi slogan untuk menulis ya Pak</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: SQ</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-841</link>
		<dc:creator>SQ</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 11:47:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-841</guid>
		<description>wow..bener-bener blognya boekoe nih..h3w. Menulis mari menulis, yo sama-sama menulis. 

Setelah sempat baca bukunya, yang satu ini bukan hanya ngasih motivasi dan tips-tips menulis artikel. Tapi juga cerpen dan puisi, saya setuju, dengan bahasa akrab yang asyik, sangat memotivasi berani menulis, Jauuuuuuh dari teori.

Buat bung Maryulis Ya? salam kenal dari Banjarmasin



&lt;blockquote&gt;max -&gt; &lt;em&gt;salam kenal kembali dari Padang&lt;/em&gt; ;) &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wow..bener-bener blognya boekoe nih..h3w. Menulis mari menulis, yo sama-sama menulis. </p>
<p>Setelah sempat baca bukunya, yang satu ini bukan hanya ngasih motivasi dan tips-tips menulis artikel. Tapi juga cerpen dan puisi, saya setuju, dengan bahasa akrab yang asyik, sangat memotivasi berani menulis, Jauuuuuuh dari teori.</p>
<p>Buat bung Maryulis Ya? salam kenal dari Banjarmasin</p>
<blockquote><p>max -&gt; <em>salam kenal kembali dari Padang</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: syaharuddin</title>
		<link>http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-840</link>
		<dc:creator>syaharuddin</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Feb 2008 08:49:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://maxbooks.wordpress.com/2008/02/10/buku-enam-puluh-dua/#comment-840</guid>
		<description>saya memang belum membaca buku menulis mari menulis, tapi saya yakin bahwa isinya jelas adalah sebuah ajakan untuk menulis. saya sendiri dulu sangat takut menulis, karena berbagai alasan. Karena takut salahlah, karena tidak sesuai dengan teori menulislah, dan ketakutan lainnya. Setelah membaca buku terdahulu EWA &quot;menulis sangat mudah&quot;, saya pun termotivasi. Yang jelas kedua buku ini sarat dengan muatan motivasi untuk menulis. Untuk itu, kedua buku itu menjadi buku referensi utama bagi mereka yang selama ini takut menulis. Ayo menulis.....mumpung masih diberi Tuhan anugerah yang tak terhingga......



&lt;blockquote&gt;max -&gt; &lt;em&gt;ayo baca buku barunya Pak EWA, Mas&lt;/em&gt; :) &lt;/blockquote&gt;

</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya memang belum membaca buku menulis mari menulis, tapi saya yakin bahwa isinya jelas adalah sebuah ajakan untuk menulis. saya sendiri dulu sangat takut menulis, karena berbagai alasan. Karena takut salahlah, karena tidak sesuai dengan teori menulislah, dan ketakutan lainnya. Setelah membaca buku terdahulu EWA &#8220;menulis sangat mudah&#8221;, saya pun termotivasi. Yang jelas kedua buku ini sarat dengan muatan motivasi untuk menulis. Untuk itu, kedua buku itu menjadi buku referensi utama bagi mereka yang selama ini takut menulis. Ayo menulis&#8230;..mumpung masih diberi Tuhan anugerah yang tak terhingga&#8230;&#8230;</p>
<blockquote><p>max -&gt; <em>ayo baca buku barunya Pak EWA, Mas</em> <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
