Buku Tujuh Puluh
Judul: Big Size
Pengarang: Wibi AR
Penerbit: Akoer
Cetakan: I, Mei 2007
Ukuran: 13,5 x 21 cm, xv + 166 halaman
Keterangan: Kiriman Akoer
Besar Bukan Segalanya
MAK Erot, menjadi icon nasional yang identik dengan masalah memperbesar alat vital. Siapa pun, pasti pernah tahu, atau setidaknya mendengar tentang ini. Saking ngetop-nya, lahirlah film Xtra Large; Antara Aku, Kau dan Mak Erot.
Bahkan sejumlah pesaing Mak Erot dalam bisnis memperbesar alat kelamin laki-laki itu, tidak sungkan-sungkan mengklaim diri dalam iklan sebagai muridnya. Dengan begitu bisnis mereka pun ikut laku, karena pengaruh nama Mak Erot yang menjual dan sudah identik dengan masalah kelelakian tersebut.
Novel karya Wibi AR ini memang sedang tidak mempromosikan Mak Erot. Tapi sedikit banyaknya bersinggungan ke arah itu. Karena pria bernama lengkap Wibi Aswara Regawa ini mengangkat tema soal keperkasaan lelaki yang diukur dari besar kecilnya alat kelamin. Dia ingin menegaskan, kebesaran bukanlah hal yang utama dalam kepuasan hubungan sex. Namun penegasan itu menjadi kabur lantaran pada akhirnya tokoh utama di novel ini yang punya “burung emprit”, dihadiahi “burung garuda” di akhir cerita.
Tunggu dulu. Jangan mengira novel ini cerita dewasa yang akan menjurus pada pornografi. Salah besar. Wibi mengemasnya menjadi cerita humor yang tentu membikin ngakak para pembaca. Sayangnya, tertangkap kesan humor yang dilontarkan benar-benar maksa dan di luar logika. Sehingga bukannya ketawa, pembaca akhirnya tersenyum kecut dengan pola humor yang diusung Wibi.
Soal bagus atau tidaknya novel ini, berpulang kembali pada selera pembaca. Yang jelas ada unsur humanisme yang diangkat penulis skenario sejumlah film dan sinetron itu yang patut jadi bahan renungan. Terutama soal kejujuran, kesetiakawanan, dan tidak neko-neko dalam menjalani hidup.
Pesan moral ini mencuat dari tokoh Lasimin yang menjadi figur sentral novel terbitan Akoer setebal 166 halaman ini. Dia, seorang mahasiswa ndeso yang alim dan jago bermain bola sebagai striker di tim kampusnya yang menjadi top scorer di pertandingan antarperguruan tinggi. Keberuntungannya sebagai pemain yang pintar mengocek bola, tidaklah seberuntung nasibnya yang cuma punya “bola” berukuran seadanya. Kondisi ini menjadi bahan tertawaan teman setimnya, yang kemudian mendorong dia untuk berusaha membesarkan yang kecil itu.
Tokoh Mak Erot pun dihidupkan di novel ini yang diplesetkan jadi Mak Gembrot. Mahalnya ongkos membesarkan alat vital bagi ukuran kantong Lasimin yang hanya seorang mahasiswa miskin, membuat dia berusaha sendiri untuk memperbesar kelamin. Itu semua karena gara-gara provokasi sahabatnya Dodi dan Saim yang selalu melecehkan dan juga mendorong agar Lasimin memperbesar anunya tersebut. Lasimin memilih memijat sendiri agar lambang keperkasaannya itu bisa sebesar ukuran normal seorang laki-laki umumnya.
Keluguan Lasimin, justru dimanfaatkan kedua kawannya itu. Dia berkali-kali dijerumuskan ke keliaran kehidupan malam. Namun tetap tidak berhasil karena keteguhan Lasimin terhadap ajaran agama. Dan dia pun dimanfaatkan untuk mengeruk untung sebagai tukang urut buat Elis, sepupu Dodi. Tidak soal apa Lasimin pandai atau tidak memijat Elis, yang penting bayaran yang diterima dari Tante Merry jelas lebih menggiurkan untuk dipotong Dodi dan Saim.
Dan karma tetap berlaku. Dodi dan Saim akhirnya kena batunya. Kebiasaan “jajan” mereka berbuah penyakit kelamin buat mereka. Sedangkan Lasimin, di samping berprestasi sebagai pesepakbola, dia pun mendapatkan cinta Elis yang “tiba-tiba” sembuh dari lumpuhnya. (max)
Mei 3, 2008 pada 7:56 am
Buek buku surang lai bang, tu langsuang se buek resensinyo disiko. hehe
Mei 6, 2008 pada 11:57 am
ah Lasimin, lalu kalau sudah besar mau dipake buat apa?
Juli 10, 2008 pada 4:21 pm
[...] itu saja, ada juga novel yang terilhami dari ketrampilan khusus yang dimiliki almarhumah berjudul Big Size, karya Akoer. Buku ini menceritakan bahwa ternyata “kebesaran” bukanlah segalanya. Sebab yang [...]
Juli 10, 2008 pada 4:27 pm
Wow… Resensinya bagus juga.
Saya juga nulis tentang Mak Erot di
http://penerbitanbuku.wordpress.com/2008/07/10/mak-erot-selamat-tinggal/