Pembantu & Pelacur

PelacurJudul: Pembantu & Pelacur
Pengarang: Roidah
Penerbit: Labuh, Yogyakarta
Cetakan: I, Mei 2005
Ukuran: 11,5 x 17,5 cm, 158 halaman
Dibeli: Sari Anggrek Padang, 15 Mei 2007

 

 Mengangkat Realitas yang Mudah “Terbaca”

Menikah adalah satu-satunya cita-cita yang kupunya. Tapi bagiku juga hanyalah dongeng bila ada lelaki baik-baik atau lelaki nakal sekalipun mau menikahi pelacur!” (hal.77)

UNTUK ukuran Cerpen, kata-kata serupa itu sebenarnya sudah basi. Tapi untuk realitas, ucapan Serenita, pelacur yang menjadi tokoh sentral Cerpen “Pembantu dan Pelacur” ini, adalah kondisi riil yang memang tak mungkin terjadi. Paling hanya di Cerpen-cerpen tertentu karya Cerpenis lain yang mengangkat kisah yang sama, biasanya selalu ada ending pelacur menikah dengan pria idamannya, atau sebaliknya, si pria yang ngebet menikahi wania itu.

Tapi di tangan Roidah, Cerpen “Pembantu dan Pelacur” yang menjadi judul buku kumpulan Cerpennya ini, ending yang dipilih jelas berbeda. Roidah justru memilih mengakhiri hidup Serenita melalui bunuh diri setelah bathinnya berperang atas profesi yang dilakoninya. Serenita dengan sadar-sesadarnya, menyadari martabatnya jauh lebih rendah sebagai pelacur dibanding Parni yang menjadi pembantunya.

Realitas, mungkin itulah titik berpijak yang dipilih Roidah dalam berkarya. Dari 10 Cerpen yang dimuat dalam buku terbitan Labuh, Mei 2005 ini, seluruhnya mengangkat tema keseharian. Cuma saja pilihannya itu, membuat wanita kelahiran Padang tahun 1975 ini nyaris terjebak, sehingga membikin Cerpen-cerpennya menjadi biasa karena mengangkat hal biasa pula.

Pilihan tema seperti menjadi perempuan kedua dalam kehidupan seorang duda pada Cerpen “Sentyapani”, atau romantika percintaan masa lalu antara pasangan yang telah berkeluarga dalam Cerpen “Masa Lalu” dan “Mendua”, atau hari-hari terakhir menjelang kepergian seorang ibu dalam Cerpen “Isyarat”, dengan mudah terbaca ending-nya oleh pembaca.

Kebiasaan Roidah untuk mengakhiri setiap ceritanya dengan kalimat-kalimat berbau kesimpulan, terus terang semakin menasbihkan Cerpennya itu menjadi Cerpen biasa. Kendati begitu, pembaca tetap akan hanyut dengan jalan cerita yang dibawakan penulis novel “Love Me Save Me“, “Menyalakan Matahari” dan Kumcer “Selamanya Cinta” itu. Karena Roidah menuliskannya begitu mengalir seperti air yang kadang diwarnai sedikit arus balik (flash back), atau terjun sama sekali (waterfall). Dengan gaya seperti itu, buku setebal 158 halaman ini akan rampung hanya dalam hitungan jam. (***)

Iklan

2 thoughts on “Pembantu & Pelacur

  1. hitungan jam? berapa jam? buku ringan dan tertebak endingnya sih biasanya gak seru….tapi coba deh. Da… bang KW itu, nai mau tandatangannya yah 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s