Sukab Intel Melayu; Misteri Harta Centini

SukabJudul: Sukab Intel Melayu; Misteri Harta Centini
Pengarang: Seno Gumira Ajidarma & Zacky
Penerbit: Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta
Cetakan: I, Juli 2002
Ukuran: 17,5 x 22 cm, xiv + 99 halaman
Dibeli: Sari Anggrek Padang, 14 Juni 2007

Menyindir Orde Baru Via Komik

BENAR kata orang, “jika seorang perupa mengatakan sebuah gambar adalah seribu kata-kata, dan seorang sastrawan menimpali sebuah kata adalah seribu gambar”, maka komik memiliki keduanya. Yaitu “kekuatan gambar” dan “kekuatan kata”. Dan khusus untuk komik karya Seno Gumira Ajidarma (SGA) ini, patut ditambah menjadi “kekuatan sindiran”.

Hal itulah yang menguar jauh sebelum habis membaca komik setebal 99 halaman terbitan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG), Juli 2002 ini. Komik seri Sukab Intel Melayu dengan episode Misteri Harta Centini itu benar-benar full sindiran.

Sindiran terhadap masih kuatnya kekuasaan orde baru dan sindiran lemahnya pemerintahan pasca kejatuhan orde baru yang disebut SGA dengan orde bobrok tersebut.

Komik yang skenarionya ditulis SGA dan gambarnya dibikin Zacky ini, benar-benar beda dan nyeleneh bila dibandingkan dengan komik-komik konvensional yang biasa dibaca masyarakat umum. Begitu lembar pertama dibuka, siapa Sukab telah diungkap dengan singkat, padat dan tepat. “Sukab intel melayu, detektif penggemar sastra dan filsafat yang tugasnya selalu gagal“.

Dalam komik ini, SGA jelas mengangkat tema betapa susahnya membongkar jaringan dan keberadaan harta milik Keluarga Cendana yang diplesetkannya menjadi Centini. Soeharto dijadikan Suroto dan Tommy Soeharto diganti jadi Tom Suroto. Dijelaskan pula betapa rumit dan berkelit-kelindannya jaringan orde bobrok ini untuk menghambat euforia orde reformehong (istilah SGA untuk reformasi dalam komik ini).

Coba saja simak kalimat saat Sukab disekap oleh orang-orang orde bobrok. Benar-benar menohok. “Kalian segala aktivis segala reformehongis, segala taik kucing. Apa kalian sudah merasa menang sama orde bobrok? Kalian pikir orde bobrok sudah mati? Mana mungkin? Tiga puluh tahun lebih kami tanamkan mentalitas kere kepada negeri ini! Kalian akan tetap kere! Tahu maksudnya mental kere? Tetap korupsi, tetap bego, dan tetap sok berlagak terhormat dan tak tahu malu! Huh! Ngomong demokrasi, padahal cuma gentong nasi!” (hal.73)

Dan sesuai titel Sukab sebagai intel melayu yang tugasnya selalu gagal, maka dipastikan upaya mengungkap misteri harta centini ini tentu saja tak pernah terungkap. Namun begitu, tetap saja yang menarik itu adalah proses upaya-upaya pengungkapan yang dilakukan Sukab. Bagaimana Sukab “basitungkin” (susah payah-red) membongkar jaringan itu, walau hasil akhirnya nihil.

Bedanya lagi, SGA dan Zacky memberi tempat pula bagi percakapan atau back sounds yang mencomot lagu, puisi, kata-kata mutiara milik artis, seniman atau orang-orang besar. Mulai dari comotan puisi Charles Baudelaire, Remy Sylado, Chairil Anwar, sampai ke lagu lawas milik Gloria Gaynor, Lenny Kravitz, bahkan Ikke Nurjanah. Sehingga komik ini jauh lebih berwarna kendati gambarnya sendiri hanya hitam putih.

Detail gambar bikinan Zacky yang yahud punya, membuat ekspresi para tokoh yang ada dalam komik itu begitu nyata. Zacky benar-benar tidak mengabaikan detil gambar background, sehingga lokasi dan jalan cerita bagaikan potongan-potongan film yang ditampilkan runtut.

Namun tetap saja ada kekurangan dari komik seri Sukab ini. Apa itu? Hampir 5 tahun sejak komik seri pertama ini diterbitkan, ternyata seri keduanya yang dikasih judul “Sukab vs Ninja Burik” tidak pernah terbit. Entah karena SGA lagi butek kehilangan bahan, entah karena kelupaan (mana mungkin?), atau lantaran penerbitnya yang enggan untuk menerbitkan sekuelnya. Tidak jelas.

Andai saja komik ini dibikin berkala, saya yakin bakal mendapat sambutan pecinta komik yang belakangan kembali bergairah pasca membludaknya novel-novel grafis. So, kita tunggu saja. (max)

Iklan

4 thoughts on “Sukab Intel Melayu; Misteri Harta Centini

  1. gambarnya bagus gak da? Gambar komik yang dibuat oleh ilustrator juga mempengaruhi kesenangan kita dalam membaca. Seperti komik petruk gareng itu, gambar sangat seadanya, ceritanya juga lucu yang tidak lucu. Tapi membaca ripyunya uda..boleh juga nih komik yah. SGA tak hanya menulis sastra, komikpun dia jago yah da.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s