Istana Kedua

IstanakeduaJudul Buku: Istana Kedua
Pengarang: Asma Nadia
Penerbit: PT Gramedia Pustaka utama, Jakarta
Cetakan: Pertama, Agustus 2007
Ukuran: 11 x 18 cm, 248 halaman
Dibeli: Gramedia Padang, 04 September 2007

 

Betapa Peliknya Berpoligami

POLIGAMI dalam Islam bukanlah sesuatu yang diharamkan Allah. Namun pelaku poligami tidak pula menjadi lebih mulia di mata Allah ketimbang lelaki yang memutuskan untuk tetap setia pada satu istri. Dalam kondisi normal, berpoligami bukan suatu keharusan.

Banyak alasan yang dijadikan pembenaran bagi seorang laki-laki yang memutuskan untuk berpoligami. Salah satunya mengikuti sunnah Nabi atau yang paling sering diucapkan pelaku poligami adalah “daripada jatuh ke lembah kemaksiatan, kenapa tidak kawin saja lagi, selama bisa adil”. Sebuah pembenaran yang kadang masuk akal dan kadang patut dipertanyakan kembali.

Jika mengacu pada sunnah Nabi, poligami yang dilakukan Rasulullah bukanlah dilandaskan pada nafsu seksual, tapi lebih pada pertimbangan kemanusiaan menyelamatkan janda-janda yang suaminya mati syahid dalam kancah peperangan di zamannya. Nabi menikah lagi, bukan dengan gadis-gadis cantik yang belia atau bahasa prokemnya perawan tingting, tapi dengan janda para sahabatnya. Bandingkan dengan kebanyakan laki-laki saat ini, justru mengawini perempuan yang jauh lebih muda dari istri pertamanya (dan bahkan bisa jadi lebih cantik); yang bila kita mau mengritisinya, ini tak lebih pada upaya pembenaran untuk memenuhi nafsu mereka dengan cara yang halal.

Kalau memang mengikuti sunnah Nabi, kenapa selalu tahun-tahun poligami Rasulullah yang dicontoh. Kenapa para lelaki tidak mencontoh tahun-tahun panjang Rasulullah selama 28 tahun membagi kasihnya dengan Siti Khadijah yang jauh lebih tua usianya dari Beliau.

Laki-laki mendapatkan jalan keluar bagi mata laparnya dan pemenuhan nafsu…” (hal.224)

Bahkan dengan alasan yang kuat sekalipun, poligami tetap meninggalkan luka di hati istri pertama. Betapapun luka itu berusaha ditutupi dengan senyum dan mengikhlaskan diri dari para istri.” (hal.225)

Apakah mereka lupa bagaimana jerih payah mendapatkan istri pertamanya? Bagaimana malam-malam yang penuh air mata dan permohonan agar Tuhan membukakan jalan hingga semua proses dimudahkan.” (hal.225)

Demikian gugat Asmanadia melalui pergulatan bathin tokoh Andika Prasetya di novel Istana Kedua ini, yang jelas sekali adalah “suara hati” si pengarangnya. Membaca buku setebal 248 halaman terbitan PT Gramedia Pustaka Utama ini, jelas terbaca bahwa inilah bentuk penyikapan dari Asma Nadia terhadap polemik berpoligami yang beberapa waktu lalu sempat menyeruak ke permukaan menyusul poligami yang dilakukan salah satu ustadz kondang di negeri ini.

Gugatan Asma Nadia dalam cerita fiksi ini, begitu terasa dia berpihak pada wanita yang dimadu. Namun begitu, dia dengan cantik memoles keberpihakannya tersebut agar tidak terlihat benar dengan memilih jalan cerita yang memotret poligami itu dari sisi istri pertama, suami dan istri keduanya. Walaupun pilihannya tersebut, pada akhirnya justru menjadikan jalan cerita novel ini terkesan melompat-lompat yang bila pembaca tidak sabar untuk terus menyimaknya, pastilah akan memilih untuk tidak menuntaskan membaca buku ini.

Bercerita tentang kehidupan rumah tangga Arini yang mencurigai suaminya, Andika Prasetya telah menikah lagi dengan perempuan lain, setelah dia mendapat telepon dari rekan kantor suaminya. Ketika dia menelepon ke nomor yang disebutkan rekan kantor suaminya itu, dia langsung kaget dengan salam pembuka yang menyebut identitas penerima telepon yang menjadi lawan bicaranya adalah Nyonya Prasetya. Jadilah hari-hari Arini selanjutnya menjadi hari-hari yang selalu bergulat dengan keraguan, dan kebencian terhadap ketidaksetiaan suami yang selama ini dianggapnya sebagai laki-laki tanpa cela. Sementara Pras sendiri, tak pernah mencoba memberi penjelasan dan cenderung menutup-nutupi apa yang telah terjadi selama 3 tahun belakangan.

Sementara tokoh Nyonya Prasetya “kedua” yang baru kemudian terbuka identitasnya setelah perjalanan cerita ini berputar-putar, ternyata adalah seorang wanita keturunan yang bernama Mei Rose. Dia menjadi korban perkosaan dari laki-laki teman sekantornya yang bernama Ray, kemudian sempat jatuh hati kepada laki-laki bernama David dan tertipu oleh laki-laki bernama Luki Hidayat. Mei memang meniatkan benar untuk menjadi istri kedua, demi menyelamatkan muka setelah dia tahu mengandung janin dari perbuatan terkutuk Ray yang telah memperkosanya. Dengan untung-untungan dia menyebar email spam guna mencari laki-laki yang bersedia menjadikannya sebagai istri kedua, walau pada akhirnya justru penipuan yang dia dapat dari Luki Hidayat di hari pernikahannya yang tak pernah terjadi. Malah kemudian dia jatuh cinta kepada Pras yang telah menyelamatkan dirinya dan bayinya dalam sebuah kecelakaan di hari pernikahannya yang tak pernah terjadi tersebut.

Sedangkan Pras sendiri, bukanlah pria yang mudah tergoda dan mudah jatuh cinta kepada wanita. Baginya, wanita yang menjadi istrinya adalah segala kebaikan yang takkan mungkin dia duakan. Arini yang telah memberinya 3 buah hati; Nadia, Adam dan Putri adalah anugerah terbesar dalam hidupnya. Tapi kenyataannya, demi menyelamatkan Mei Rose yang muallaf dan hidup dengan bayi tanpa suami, Pras akhirnya hidup berpoligami yang selama ini tak pernah terpikirkan olehnya.

Kisah sesimpel di atas, tidak dialirkan Asma Nadia layaknya air mengalir. Justru lika-liku cerita yang sebenarnya biasa, menjadi sedikit luar biasa dengan gaya kepenulisan yang dipilihnya. Walau kadang sangat mengganggu, alur melompat-lompat yang dia pilih dengan ruang dan waktu yang berbeda satu sama lainnya, akhirnya mengungkap bagaimana peliknya poligami yang dilakukan para lelaki. Maka jangan heran bila Dewie Sekar, penulis buku “Zona @ Tsunami” dalam endorsemennya mewajibkan semua laki-laki untuk membaca buku ini. Karena itu, bacalah! (max)

Iklan

8 thoughts on “Istana Kedua

  1. waaaaaahhhh…penulisnya sampe kasih komen!
    gw belum baca buku yang ini, udah coba cari belum ktemu euy!
    eh coba baca ‘Catatan Hati Seorang Istri’ max, masih tulisannya asma nadia.

    oya…usul 😀 tambahin shoutbox dong…jadi kalo ada usulan buku bagus dari yang lain buat max, bisa d tulis d SB 😀

    ca bau kan bagus tuuuu…ayo bacanya ngebuuutttt, hahahahaha…selamat membaca!

  2. Tq rekomendasinya… Soal SB sampe saat ini tidak ketemu program SB yg kompatibel utk wordpress, kecuali dibikin sendiri. Atau Iteung bisa rekomendasikan SB yang bisa dipake di WP? Ditunggu lo, krn dari dulu pengen pasang SB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s