Lumpur Similiar

Lumpur-similiarJudul Buku: Lumpur Similiar
Pengarang: Alfian Malik
Penerbit: Akoer, Jakarta
Cetakan: I, Desember 2007
Ukuran: 13.5 x 21 cm, 248 halaman
Keterangan: Kiriman Penerbit Akoer

 Terjebak Ketidaklogisan

 MEMBACA buku setebal 248 halaman ini, pembaca diantar menembus kegelapan dunia klenis yang disulap pengarangnya menjadi terang. Bahwa dunia klenis itu hidup dan berkembang di sebagian masyarakat kita, semakin dipertegas oleh Alfian Malik yang mengambil setting negeri rekaan yang ada di pedalaman Riau.

Kita boleh percaya atau tidak, bahwa santet, kebathinan, mistis, perdukunan, makhluk halus menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat pedalaman yang terpinggirkan dan hidup bersama kearifan alam yang melingkupinya. Dan negeri Lumpur Similiar yang dimunculkan Alfian, hanyalah satu dari kearifan itu. Memang apa yang ada di sana di luar logika manusia rasionalitas yang biasa hidup di perkotaan, tapi keirasionalan menjadi hal menarik bila diselami dan bahkan dimanfaatkan untuk kepentingan sesat orang kota.

Dituturkan secara runtut, tema cerita ini sebenarnya cukup bagus. Cerita pergulatan manusia dengan keirasionalan kehidupan sosial yang dibumbui dengan kisah percintaan yang irasional pula tapi masuk akal. Cuma karena ketidakrasionalan itu pula membuat novel terbitan Akoer ini akhirnya terjebak dengan cerita yang tidak masuk akal.

AlfianmalikCerita ini berkisah tentang penuturan Tegar Patih, seorang manusia kota yang terdampar di negeri Lumpur bersama seorang perempuan cantik Brunei bernama Khariza dalam pemanasan lomba reli Sabang Merauke International Event Rally (SMILER) yang akan mereka ikuti. Antara mereka berdua bersaing dan berusaha untuk tampil menjadi yang terbaik, sehingga harus rela melakukan survey awal rute rally yang akan ditempuh dalam perlombaan sebenarnya. Dalam ketersesatan di tempat asing, memecah keangkuhan mereka masing-masing untuk saling bahu membahu agar lepas dari ketidakpastian yang akhirnya memunculkan rasa saling membutuhkan satu sama lainnya.

Dan di tempat asing itu pula mereka akhirnya disandera penduduk lokal lantaran dianggap telah melanggar adat setempat karena berduaan di pondok gelap sebagai pasangan yang bukan suami istri. Khariza adalah seorang perempuan yang bersuami dan Tegar masih bujangan. Mereka dihukum menjalani ritual mistis dan kemudian dinikahkan sesuai adat setempat. Namun belum sempat mereka menikmati malam pertama pernikahan mereka itu, pasukan TNI akhirnya menyelamatkan mereka yang dilaporkan hilang oleh keluarganya. Dan keduanya harus terpisah, kembali kehidupan mereka semula.

Beberapa waktu sempat hidup dalam dunia magis dan tidak masuk akal, menarik Tegar untuk kembali ke negeri Lumpur. Dia kembali bertemu dengan Sari, gadis ABG setempat yang dulu menemani dia dan Khariza ketika berada di sana. Tegar semakin larut dengan kemagisan dan menjadi murid Datuk Tinggi sang penguasa Lumpur yang punya ilmu hitam cukup tinggi.

Kehidupan Tegar yang dianggap keluarganya irasional, akhirnya memakan korban. Ayahnya tewas akibat persengketaannya dengan Datuk Tinggi. Ilmu hitam yang dipunyanya dinetralisir Kiai Warzukni Faman yang ternyata adalah ayah Sari. Tegar mewarisi ilmu kesucian alam menjelang kematian sang kiai. Tak berapa lama setelah ayahnya wafat, Sari muncul di Jakarta dan dianggap ibu Tegar akan merongrong kehidupan anaknya yang telah menikah dengan Rani. Sempat bercerai dengan Rani yang tak bisa menerima kehadiran Sari, akhirnya pasangan ini rujuk kembali.

Rani meninggal ketika akan melahirkan buah cintanya dengan Tegar. Tak berapa lama, setelah sukses menggelar simposium dunia klenis di Lumpur Similiar, Tegar menikah dengan Sari sebagai salah satu hasil rekomendasi para peserta simposium yang terdiri dari orang-orang berilmu tinggi, makhluk halus dan penganut ilmu kebathinan. Di usia kandungannya yang ke-7 bulan, Sari menghilang kembali ke habitatnya sebagai keturunan jin dari pihak ibunya. Kelahiran anaknya yang kemudian muncul tiba-tiba di rumah Tegar, membawa masalah. Ternyata pertumbuhan sang anak sungguh berbeda dengan anak-anak lain.

Berbagai upaya untuk menyembuhkan si anak, mengantarkan Tegar kembali bertemu dengan Khariza yang juga berprofesi sebagai dokter anak. Anak itu tetap tidak bisa dijadikan hidup normal, sehingga diputuskan untuk dikembalikan ke dunia Sari. Tegar di akhir cerita akhirnya menikah dengan Khariza yang pernah dinikahinya secara adat di Lumpur Similiar.

Jika disimak kilasan cerita di atas, sungguh tema yang diusung cukup menarik. Namun karena setting cerita yang penuh ketidakrasionalan, justru akhirnya menjebak Alfian Malik bercerita secara tidak rasional pula. Di samping itu, ditemukan banyak kesalahan penulisan tanda baca dan penggunaan kalimat. Namun begitu, cerita ini patut diapresiasi oleh penggemar cerita-cerita mistis yang membutuhkan bacaan alternatif yang dibalut dengan kisah percintaan. Bacalah, kalau tak percaya. (max)

Iklan

One thought on “Lumpur Similiar

  1. Bung Max, salam!
    Salut…., bung max seperti telah membaca alur pikiran saya, persis, jangan-jangan bung max juga murid Prof. Datuk Tinggi, he..he.
    Bolehkah saya posting ulasan bung max ini?
    thanks

    max -> Bapak ini ada-ada saja. Mana pula saya murid Datuk Tinggi, tapi justru muridnya Datuk Rendah, he3x (just kidding, Pak). Oh iya, silahkan Bapak posting deh ulasan saya. Tarimokasih banyak Pak. Salam utk orang2 Pekanbaru, kampung halaman saya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s