Biang Penasaran

Biang-penasaranJudul Buku: Biang Penasaran
Pengarang: Kafi Kurnia
Penerbit: Akoer, Jakarta
Cetakan: I, September 2007
Ukuran: 14 x 22 cm, xv + 309 halaman
Keterangan: Kiriman Penerbit Akoer

 Pemasaran yang Bikin Penasaran

KAFI Kurnia dalam beberapa tahun terakhir ini telah menjadi sosok yang unik dalam dunia bisnis Indonesia. Dia tak hanya pandai berteori soal pemasaran, tapi juga dianggap sebagai praktisi yang sukses memasarkan beragam produk. Sekadar menyebut saja, dia berhasil membesarkan sejumlah merek seperti Fastron, Pertamax, Esia dan banyak yang lainnya.

Dia juga dikenal sebagai kolumnis, pelatih, dan motivator handal yang mengampanyekan anti pemasaran yang bikin banyak orang jadi penasaran. Maka jangan heran ketika dia meluncurkan buku “Anti Marketing” pada tahun 2004 silam, buku itu laku terjual mencapai 35 ribu eksemplar. Dia pun semakin sering didaulat untuk tampil sebagai pembicara dalam acara seminar-seminar, serta membawakan acara Intrik secara live di Trijaya Network yang disiarkan lebih dari 30 kota.

Dengan sepak terjang seperti itulah yang mungkin membuat Penerbit Akoer bersama Bisnis Indonesia mau menerbitkan buku Kafi yang diberi tajuk “Biang Penasaran” ini. Buku ini merupakan hasil olah pikir Kafi sejak 20 tahun lalu hingga sekarang, yang tak hanya berbicara soal pemasaran tetapi juga berbagai aspek lain. Seperti masalah entrepreneur, filosofi bisnis, etika, moral, hingga soal kepemimpinan atau manajerial. Pemikirannya dianggap tajam, lugas, imajinatif yang kadang nyeleneh dan provokatif.

Soal imajinatif, dengan mengutip kata-kata Albert Einstein Kafi menyebutkan, “Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Masalahnya, bagaimana caranya tiap hari kita terangsang untuk berpikir imajinatif.” Imajinasi, katanya, juga memerlukan keberanian. “Berani beda. Juga berani salah.”

Untuk membangun imajinasi ini, Kafi menawarkan 3 langkah untuk pemberdayaan otak yang menjadi pemberdayaan strategi kehidupan sehari-hari. Yaitu rumus “Zikir-Pikir-Kikir”. Dengan rumus itulah 74 tulisannya di buku setebal 309 ini dibagi menjadi 3 bab; bab zikir, bab pikir dan bab kikir, yang tentu saja membahas tema seputar bisnis dalam kacamata “kenakalan” ala Kafi.

Gaya menulis Kafi cukup mudah untuk dimengerti, lantaran dia memaparkan apa yang dipikirkan dan hendak disampaikannya kepada pembaca dengan gaya ringan. Tak terlalu serius dan formal seperti kebanyakan buku motivasi lain. Sehingga pembaca tidak menjadi jemu, walaupun nanti apa yang dibahas Kafi ditemukan lagi pada tulisannya yang lain di buku ini.

Dia mengakalinya dengan mengambil masalah keseharian sebagai contoh yang mudah dimengerti pembaca untuk menyampaikan apa yang dimaksudnya. Di awal-awal tulisannya, dia pun menerakan quote (cuplikan kata) dari berbagai tokoh dan literatur tertentu. Dan di tiap akhir tulisan, dia selalu mengakhirinya dengan kesimpulan, yang membuat pembaca tak perlu lagi berkerut untuk mengerti apa inti dari masalah yang dipaparkannya.

Seperti ketika dia menulis soal “Penasaran” (hal.83), dia bercerita ke sana-kemari, ngalor ngidul sana-sini yang akhirnya didapat benang merah setelah dia menyimpulkan bahwa “penasaran adalah vitamin yang membuat kita lebih jeli dan tajam mengolah peluang.” (hal.85)

Apa yang ditulis Kafi memang membikin pembaca penasaran, bukan membingungkan. Bagaimana dia bisa melahirkan sebuah teori dari tema-tema kecil yang akhirnya menjadi pemikiran besar yang selama ini luput dari perhatian. Nah… penasaran kan? Wajar saja karena memang Kafi adalah biangnya penasaran. (max)

Iklan

One thought on “Biang Penasaran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s