Lost in Love

LOST-IN-LOVE-1Judul Buku: Lost in Love
Pengarang: Rachmania Arunita
Penerbit: Akoer
Cetakan: I, Maret 2008
Ukuran: 13,5 x 21 cm, 175 halaman
Keterangan: Kiriman Akoer

Cinta yang Nyaris Hilang

Novel “Lost in Love” karya Rachmania Arunita ini merupakan sekuel dari “Eiffel I’m in Love”. Buku ini pun telah diangkat ke layar lebar dengan bintang-bintang yang berbeda dengan sekuel pertamanya. Tak ada lagi Samuel Rizal dan Shandy Aulia, yang ada adalah bintang baru seperti Pevita E Pearce, Richard Kevin, Arifin Putra, dan Adrian Subono.

Karena sebagai sekuel, novel ini tetap mengambil setting Kota Paris, Prancis. Novel setebal 274 halaman ini tetap saja ada kelebihan dan kekurangannya dibanding pendahulunya. Dari tema yang diusung, novel bergenre metropop terbitan Akoer ini mengangkat kisah konflik percintaan anak manusia. Namun gaya penulisan Rachmania sedikit beda. Kedetilan berceritanya, inilah yang mungkin membuat novel ini mudah diadaptasi menjadi film yang disutradarainya sendiri.

Ending yang dipakai sangat mudah ditebak, maka konflik yang dibangun di awal dan pertengahan cerita menjadi keunggulan sebenarnya dari buku ini.

Berkisah tentang Tita –gadis manja yang masih dianggap anak kecil oleh keluarganya– yang bertunangan dengan Adit di Paris. Pertunangan mereka hanyalah sebuah komitmen cinta mereka berdua yang ternyata tidaklah seindah bayangan Tita. Adit dianggap Tita tidak serius dan tidak siap menerima kehadirannya sebagai tunangan yang patut diperkenalkan kepada semua orang, termasuk kedua orangtua mereka yang tengah membangun bisnis cafe di Prancis.

Anggapan Tita itu muncul dari sikap Adit yang dingin dan ketus terhadap dirinya saat peresmian cafe milik bundanya. Adit dengan tega mengusir Tita untuk tidak bergabung dengan dia dan teman-teman bulenya yang turut menghadiri peresmian itu. Padahal ada alasan, mengapa Adit menyuruh Tita menjauh dari diri dan teman-temannya.

Karena kecewa dengan sikap Adit ini, Tita yang juga dicuekin orangtuanya yang sibuk meladeni tamu-tamunya, akhirnya memisahkan diri dan pergi menelusuri Kota Paris dengan bekal bahasa Inggris yang apa adanya dan bahasa Prancis yang tak ada apa-apanya. Di sebuah cafe, di sudut Kota Paris yang tak diketahui Tita, menjadi tempat pelarian dirinya untuk melupakan kelakuan Adit. Di situ dia harus bergaul dengan bahasa seadanya dan bertemu dengan Alex yang mengaku berasal dari Thailand.

Oleh Alex, dia sempat dibikin malu karena dikasih tahu resleting celananya kebuka. Saking malunya, Tita kabur dari cafe. Di sinilah petualangan itu dimulai. Ketersesatan memunculkan karakter Tita yang sebenarnya. Sok mandiri, tapi tetap butuh orang lain. Hingga akhirnya dia ketemu lagi dengan Alex yang merasa bersalah telah membikin kabur Tita.

Di saat bersamaan, hilangnya Tita, membuat keluarganya kalang kabut, termasuk Adit. Tita pun dicari kemana-mana, tapi tak ketemu. Hingga akhirnya dia berjumpa lagi dengan mereka setelah diantar Alex ke cafe semula.

Adit yang merasa bersalah, berupaya menarik simpati Tita. Tapi tak digubris, hingga akhirnya dia memilih hengkang dari rumah. Tita baru tahu kemudian bahwa Alex menyintainya dan bersusah payah mencari dirinya ketika melarikan diri setelah membaca surat dari Adit yang dititip ke pelayan cafe, juga dari sohib-sohibnya di Indonesia. Takut kehilangan Adit, Tita lantas mencari kekasihnya itu. Akhirnya, bisa ditebak. Dan silahkan tebak sendiri dengan membaca buku bersampul cantik ini. (max)

Iklan

4 thoughts on “Lost in Love

  1. Saya juga punya buku ini. Menurut saya bahasa dan cara penulisan yang digunakan penulis seperti menulis diary biasa ya? Ga terlalu greget ceritanya.

    Ikutan lomba pesta buku kan? say alink ya… tolong link balik kalau tidak keberatan… 🙂

    max -> silahkan beri penilaian sendiri Mas… Sudah saya links juga kok

  2. saya amat menyukai novel ini. apalagi novel yang pertama, membawa saya kepada roman percintaan remaja yang begitu kental. hingga filmnya amat romantis sekali. dan di lanjutan ini saya amat menyukai ceritanya, karna memiliki konflik yang enak untuk di bayangkan. ringan tidak terlalu keras. apa lagi filmnya, lucu and tetap ada romantisnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s