Aminah, The Greatest Love

AminahJudul Buku: Aminah, The Greatest Love
Pengarang: Abdul Salam Al-Asyri
Penerjemah: Arifudin
Penerbit: Pena Pundi Aksara
Cetakan: II, Mei 2008
Ukuran: 16 x 25 cm, 282 halaman (hard cover)
Keterangan: Pemberian Penerbit Pena

 

Cinta Suci Ibunda Nabi

SETELAH sukses dengan buku “Khadijah; The True Love Story of Muhammad” karya Abdul Mun’in Muhammad” dan buku “Aisyah; The True Beauty” karya Sulaiman An Nadawi, penerbit Pena Pundi Aksara melansir “Aminah, The Greatest Love” ini. Tak jauh berbeda dengan buku terdahulu, buku karya Abdul Salam Al-Asyri ini juga bercerita tentang wanita-wanita yang berada di lingkar kehidupan Rasulullah SAW.

Buku yang sudah masuk cetakan kedua ini, menceritakan pahit manis kisah hidup ibunda nabi yang selama ini jarang dikupas tuntas dalam sebuah buku. Bisa dikatakan, inilah biografi Aminah binti Wahab yang dituliskan pengarangnya dengan bahasa sastra yang tidak membikin jemu pembaca. Pembaca dibawa seakan-akan berada di zaman ketika Rasulullah SAW belum dan sudah dilahirkan. Itu semua karena Abdul Salam dengan detail menceritakan kisah Aminah.

Setelah membaca buku setebal 282 halaman ini, kita akan tahu bahwa Aminah bukanlah sekadar perempuan biasa. Sejak kanak-kanak, dirinya sudah memperlihatkan dirinya memang pantas untuk menjadi ibu yang terpilih. Di tengah peradaban yang masih rendah, Aminah muncul sebagai sosok yang mempunyai ketinggian moral dan martabat. Perempuan setia yang mencintai Tuhannya, suami dan anaknya di tengah pahit getir hidup yang harus dijalaninya.

Aminah merupakan anak yatim yang hidup dalam asuhan pamannya, Wuhaib bin Abdi Manaf bin Zuhrah yang memjadi kepala marga bani Zuharah, sebuah marga dari kabilah Quraisy. Aminah mempunyai pesona dan kecantikan yang luar biasa, gabungan dari kecantikan fisik yang elok dan memiliki kekuatan jiwa, kelembutan rasa, ketangkasan gerak, wawasan yang luas, kecerdasan yang tinggi, dan keistimewaan lainnya. Siapa saja jatuh hati padanya.

Begitu banyak bangsawan arab yang ingin mempersuntingnya, yang paling layak adalah Abdullah bin Abdul Muthallib, pemuda Quraisy yang paling tampan, suci, cerdas dan punya keiistimewaan yang tak dimiliki pemuda lainnya. Sayangnya usia pernikahan Aminah-Abdullah hanya seumur jagung. Di saat cinta kasih masih bergelora dan Aminah hamil muda, Abdullah wafat ketika pulang memimpin kabilah Quraisy berdagang di negeri Syam. Dia dimakamkan di Yastrib.

Dengan bahasa yang indah (terjemahan Arifudin yang tentunya memikat) pembaca bisa merasakan bagaimana perasaan Aminah kehilangan suami tercintanya itu. Hingga akhirnya Muhammad lahir yang membawa keistimewaan dan memunculkan kegembiraan kaum Quraisy, namun duka Aminah tak pernah sirna. Dia pun merasakan hidupnya cuma sebentar.

“Lalu apa yang akan terjadi wahai Tuhanku? Kalau Muhammad ditakdirkan tumbuh besar sendirian, menjalani hidupnya seorang diri tanpa seorang ayah atau ibu, maka apakah itu berarti bahwa aku tidak akan berada di sisinya saat ia tumbuh dewasa meraih harapannya? Tentu aku akan menyusul Abdullah sebentar lagi agar takdir anak ini menjadi sempurna. Ia akan melihat figur seorang bapak di wajah setiap laki-laki dan melihat figur seorang ibu di wajah setiap perempuan. Semuanya akan dilihat sama.” (hal.176)

Begitulah…, hingga akhirnya Aminah wafat di perjalanan dari Yastrib menuju Mekkah –sepulangnya melihat makam Abdullah–, kegetiran hidup Aminah dan Rasullah SAW ketika kecil, terpapar di hadapan pembaca melalui buku ini. Sebuah cerita yang membawa hidayah betapa cinta kasih seorang ibu tiada duanya di muka bumi. (max)

Iklan

4 thoughts on “Aminah, The Greatest Love

  1. minjam buku ciek da. lai ado buku maryamah carvop, bagian dari laskar pelangi andrea hirata?

    max -> pinjam? Beli!!!! kalau maryamah carvop indak akan pernah ado doh. Tapi kalau maryamah karpov, mungkin sabanta lai kalua mah kecek Andrea 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s