Kasmaran

KasmaranJudul buku: Kasmaran; Sebuah Memoar Cinta
Dituturkan kembali oleh: Kafi Kurnia dan Dwitri Waluyo
Editor: Qaris Tajuddin
Penerbit: Akoer
Cetakan: I, Desember 2009
Ukuran: 12 x 18 cm, 202 halaman
Keterangan: Kiriman Akoer

Cinta Membuat Buta

Selalu ada kejutan-kejutan dalam perjalanan. Orang yang menemani kita di awal perjalanan bisa tiba-tiba turun, justru saat kita mulai nyaman dengannya. Tapi, saat kita mulai dapat melupakannya, dia tiba-tiba hadir mengejutkan. Kembali tersenyum dan duduk tepat di samping kita.” (hal.8)

Dalam perjalanannya menuju kota tempat kelahirannya, Anjani bertekat membuka lembaran kelam cerita hidupnya kepada Raras, anaknya. Anjani menganggap Raras lebih patut mengetahui semua kisah yang telah dijalaninya, ketimbang menceritakannya kepada anak sulungnya Wresni, atau si bungsu Angga. Sebuah cerita yang disimpannya dengan rapi dalam kotak Pandora yang tak boleh dibuka oleh siapapun, termasuk Permadi suaminya.

Diawali perkenalannya dengan Seno ketika masih kelas dua SMP. Lelaki inilah cinta pertamanya (dan menjadi cinta terakhirnya). Seiring perjalanan waktu, Seno pun pergi melanjutkan sekolah di akademi militer. Mereka berpisah. Seno yang menginginkan perpisahan itu. Sementara Anjani berupaya mempertahankannya, walau konsekuensinya harus berhubungan jarak jauh. Seno tetap menolak.

Dalam penantiannya yang tak pasti, Permadi, sosok yang berbeda dengan Seno, hadir mengisi hari-hari Anjani. Mereka akhirnya menikah. Pernikahan itu, tidak serta merta membuat Anjani bahagia. Dia tetap mengimpikan kehadiran Seno.

Dan, Seno pun datang, disaat Anjani sudah bisa melupakannya. Disaat Anjani sudah hidup tentram dan mapan bersama suami dan 3 anaknya. Anjani tak bisa menolak kehadiran Seno. Mereka pun kerap berjumpa, baik sepengetahuan Permadi maupun secara diam-diam. Demi itu, Anjani rela berbohong.

Pesona Seno, benar-benar membius Anjani. Dia tak ingin melepaskan lagi dan kehilangan pria itu. Hubungan mereka semakin mendalam. Walaupun Seno telah beristri dan Anjani bersuami, mereka merasa cinta sebenarnya hanya ada antarmereka beruda.

Perselingkuhan itupun akhirnya terkuak. Anjani bercerai dengan Permadi. Sementara Seno tak pernah mau menceraikan istrinya. Anjani rela menjadi istri kedua Seno. Saat itulah Anjani merasakan ada yang hilang dari hidupnya. Sementara itu, ternyata Seno bukanlah seideal yang dibayangkan Anjani. Tabiat buruknya mulai kelihatan. Posesif. Pembohong. Dan rela berbuat apa saja untuk mencapai tujuannya.

Hubungan mereka retak. Seno ternyata juga punya perempuan-perempuan lain selain istrinya dan Anjani.

Membaca keseluruhan novel ini, pembaca pasti akan geleng-geleng kepala. Betapa cinta telah membuat buta. Betapa cinta tak sekadar menuntut pengorbanan, tapi lebih dari itu; menuntut segalanya. Akal sehat dibikin mati. Bagi yang konservatif, pastilah akan menganggap Anjani gila. Karena, berani bertindak nekad atas pilihannya itu. Tapi apapun juga, Anjani telah memilih. Dan, dia terluka. (max)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s