Imperia

IMG_8666Judul buku: Imperia
Pengarang: Akmal Nasery Basral
Penerbit: Akoer
Cetakan: I, Juni 2005
Ukuran: 12 x 18 cm, 434 halaman
Keterangan: Kiriman Akoer, 9 April 2010

Akmal yang Memukau

SEBAGAI sebuah novel perdana, Imperia benar-benar menakjubkan. Akmal Nasery Basral berhasil menunjukan kualitasnya sebagai salah satu jurnalis kawakan yang bekerja di Majalah Tempo. Dengan latar belakang jurnalis yang punya jam terbang tinggi, pencapaian yang dihasilkannya dalam novel yang diterbitkan Akoer ini, membawa kita kepada keyakinan bahwa Akmal benar-benar pendongeng yang piawai. Dan itu diakui oleh banyak penulis yang memberi endorsment di novel ini.

Akmal membawa kita kepada dunia yang kompleks. Mulai dari kehidupan selebritas, bagaimana wartawan mestinya bekerja, hingga kehidupan politik yang tak bisa lepas dari keseharian kita. Dan dahsyatnya, pengetahuan Akmal tentang segala hal, menjadi ensiklopedi yang tak bisa kita remehkan.

Sebenarnya novel ini tak lepas dari keseharian Akmal sebagai wartawan. Dia mengangkat tema keterlibatan seleb dalam kasus pembunuhan yang berawal dari perselingkuhan dan pemerasan yang kasusnya coba dibongkar oleh media. Tapi ceritanya sungguh tak gampangan, karena banyak hal berkelindan dan pelik, namun bisa mengalir di tangan Akmal.

Nyaris saja cerita ini mengingatkan kita pada pasangan seleb yang telah bercerai beberapa waktu lalu. Karena Akmal telah lebih dulu membuat novel ini sebelum peristiwa perceraian itu, sehingga kita tidak bisa begitu saja menganggap cerita ini adalah penggalan kisah nyata dari pasangan artis itu. Tidak sama sekali.

Kisahnya tentang diva Melanie Capricia (MC) yang tengah menanjak popularitasnya setelah menikah dengan Rendra, seorang artis dan pencipta lagu. Kendati kehidupan mereka telah dikaruniai tiga orang anak, karir MC terus melambung. Namun dia tersandung kasus perselingkuhan dengan Jenderal Pur. Tak hanya itu, dia juga dituduh membawakan lagu karya Rendra yang merupakan plagiat dari lagu orang lain. Pengacara bernama Rangga yang merupakan keponakan Jenderal Pur, disiapkan untuk membela mereka.

Berhasil menyelamatkan MC, ternyata Rangga justru memeras MC yang melakukan adegan panas dengan Adel, manajer sekaligus sahabatnya. Rangga mengancam akan menyebarkan foto-foto mereka bila permintaannya tak dipenuhi. Karena takut popularitasnya bakal  merosot, keinginan Rangga dipenuhi MC dan Rendra.

Walau sudah dibayar sesuai keinginannya, pemerasan Rangga tetap berlanjut yang membuat MC dan Rendra geram. Rendra mengancam membunuhnya dalam pertengkarannya dengan Rangga. Dan Rangga akhirnya memang terbunuh, tapi tidak di tangan MC ataupun Rendra.

Lantaran wartawan tahu ada hubungan mereka dengan Rangga sebelumnya, dugaan pembunuhan dialamatkan kepada pasangan ini. Di sinilah kita akan melihat bagaimana cara kerja wartawan dalam memburu berita dan membongkar kasus ini. Cara kerjanya, membawa kita untuk membayangkan pada pola kerja di redaksi Majalah Tempo, sehingga kita bakal tahu tentang seluk-beluk “dapur” majalah yang dalam cerita ini “diganti” menjadi Majalah Dimensi.

Hanya itukah jalan ceritanya? Tidak. Sungguh tidak menggairahkan bila seluruh isi cerita dipaparkan di sini. Lantas, kenapa novel ini diberi judul Imperia? Imperia sendiri adalah sebuah patung seorang pelacur Italia yang berdiri di kota Konstanz, Jerman. Di telapak tangan kanannya ada patung kecil Raja Sigmund dan Paus Martinus V di telapak kirinya. Gambar patung itu, dijadikan cover buku ini. Lalu apa kaitannya Imperia dengan keseluruhan jalan cerita? Ya baca saja… (max)

Iklan

One thought on “Imperia

  1. Ping-balik: Blog ParcelBuku.Com » Blog Archive » Imperia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s